BAHAN DAN CARA KERJA

BAHAN DAN CARA KERJA

Daerah yang dipakai pada penelitian ini adalah Daerah Istimewa Yogyakarta, tepatnya di Kodya Yogya, yaitu diKecamatan Kraton (untuk daerah yang hanya di foggingtempat terjadinya kasus baru, sekolah tidak di fogging) dan Kecamatan Gondomanan (daerah yang hanya di fogging sekolahnya). Di tempat yang tidak di fogging sekolahnya, pembrantasan tetap diadakan menurut program yang ada, yaitu fogging untuk daerah kasus baru lowongan kerja cpns

(fokus) dan kegiatan

penunjang yang lain, misalnya Pembersihan Sarang Nyamuk (PSN). Sedang untuk daerah yang hanya sekolahnya saja yang di fogging daerah terjadinya kasus baru (fokus) tidak di fogging. Di sini juga kegiatan penunjang seperti PSN tetap

dilakukan. Fogging untuk kedua kecamatan dilakukan dengan me-makai mesin fogging (swing fog), dengan menggunakan bahan kimia malathion 4% dalam pelarut solar. Fogging dilakukandua siklus dengan radius 100 meter dari rumah penderita

(fokus), atau dari sekolah. Jarak antara kedua siklus adalah7-10 hari. Fogging dilakukan pada pagi hari antara jam 6.00–10.00 atau sore hari antara jam 3.00–6.00.Waktu pelaksana- an fogging tersebut berdasarkan pertimbangan bahwa kecepat- cooking recipes an angin dan suhu udara rendah. Abatisasi di kedua kecamatan juga dilakukan berdasarkan program yang ada, yaitu pemberian Abate SG 1% pada tempat-tempat penampungan air di rumah penderita dan sekitarnya dengan radius 100 meter. Demikian juga di sekolah dan sekitarnya juga dengan radius 100 meter. Pemberian

Abate biasanya dilakukan 1 kali saja. Peyiaksanaan fogging di daerah sekolah dan sekitarnya dilakukan pada bulan Agustus 1985 secara serentak, dengan pertimbangan, ada saat itu

epadatan nyamuk Aedes aegypti adalah terendah (musim lowongan kerja desember 2009 keying), sedang fogging di daerah kasus baru (fokus) dilakukansetiap ada laporan kasus baru dan dilakukan sepanjang tahun.Fogging di daerah sekolah dan sekitarnya dilakukan satu kalisaja dalam satu tahun dan meliputi semua Taman Kanak-

Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama dan bebera- pa Sekolah Menengah Atas, yang ada di Kecamatan Gondo- manan.

Pada permulaan penelitian, di kedua kecamatan terpilih dilakukan survai serologi di antara anak-anak sekolah kelas I Sekolah Dasar, untuk mengetahui besarnya penularan (trans- misi) virus dengue di daerah tersebut. Sebelum dilakukan tin-

dakan, sejumlah 600 anak kelas I Sekolah Dasar dari kedua kecamatan (dipilih secara random) diambil spesimen darah dari ujung jari dengan menggunakan lowongan kerja februari 2009 kertas filter. elang 2–3 bulan iambil spesimen darah kedua pada anak yang sama dan dengan cara yang sama pula. Demikian dilakukan juga survaiserologi setelah dilakukan tindakan di kedua kecamatantersebut. Juga sebanyak 600 anak Sekolah Dasar kelas I, diambil spesimen darah dari ujung jari dengan menggunakankertas filter. Pengambilan juga secara random dan selang 2–3 bulan kemudian dilakukan juga pengambilan spesimen darah yang ke-2 pada anak yang sama dan cara yang sama pula.

Survai serologi yang kedua ini dilakukan setelah dilakukan tindakan fogging di sekolah-sekolah di kecamatan Gondoma- nan, yaitu pada bulan lowongan kerja januari 2009 September/Oktober 1985 untuk yang pertama dan bulan Januari/Pebruari 1986 untuk yang kedua. Spesimen darah yang telah terkumpul dikirim ke Puslit

Penyakit Menular di Jakarta dan kemudian diperiksa kadar zat kebalnya terhadap engue dengan uji Hemaglutinasi Inhibisi (HI) dengan menggunakan antigen Dengue 2 sebanyak4–8 unit. Uji Hemaglutinasi Inhibisi dilakukan bersama-

sama antara spesimen darah pertama dengan spesimen darahkedua untuk mengurangi kesalahan yang mungkin terjadiwaktu melakukan uji tersebut. Dari hasil uji HI tersebut di- tentukan angka penularan (infection rate) sebelum dan sete-

lah fogging dilakukan di kedua kecamatan tersebut. Dari uji tersebut juga dapat ditentukan besarnya transmisi virus de- ngue sebelum dan setelah diadakan lowongan kerja juli 2009

tindakan. Dengan sendiri- nya untuk kecamatan Kraton hasilnya tidak memberikan

banyak informasi karena besarnya tindakan di sini ditentu- kan oleh banyaknya kasus baru yang terjadi. Semua kegiatan di lapangan ini dilakukan oleh petugas

kesehatan PPM & PLP Kodya Yogya, dengan supervisi dari Puslit Penyakit Menular di akarta. Survai kepadatan nyamuk

edes aegypti dan Aedes albopictus juga dilakukan dengan

cara single larva method. Kegiatan ini juga dilakukan olehbackground image

petugas kesehatan PPM&

PLP Kodya Yogya.Kasus Demam Berdarah Dengue yang terjadi dan datang

di rumah-rumah sakit di Yogya seperti RS Pugerah, RS. PKU Muhamadiah, RS. lowongan kerja juni 2009 Bethesda, RS. Panti Rapih dan RS. Dr. Sardjito dicatat dan dianalisa, mana yang datang/berasal dari kedua kecarnatan tersebut. Pengamatan dan pencatatan kasus Demam Berdarah Dengue yang terjadi di kedua ke- camatan diteruskan sampai 11 bulan (dari Agustus 1985 s/d Juni 1986). Hal ini dilakukan untuk mengetahui dampak atau basil dari fogging di sekolah-

sekolah yang hany dilakukan setahun sekali itu. Hasil ini kemudian dibandingkandengan kecamatan yang tidak difogging sekolahnya tetapihanya pada tempat tempat adanya kasus baru saja (fokus)

dan sekitarnya radius 100 meter. Di sin fogging lowongan kerja maret 2009 dilakukan sepanjang tahun manakala ada kasus baru (fokus).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: