HASIL DAN PEMBAHASAN

Dari Kecamatan Gondomanan sebanyak 23 sekolah : 5 Seko- lah Taman Kanak Kanak, 13 Sekolah Dasar, 3 Sekolah Me-

nengah Pertama dan 2 Sekolah Menengah Atas telah di foggingsebanyak 2 siklus dengan malathion. Demikian juga rumah- rumah di sekitar sekolah tersebut dengan jarak radius 100meter dari sekolah. (Lihat Tabel I) ‘

Dari Kecamatan Kraton, di mana penanggulangan di-lakukan sesuai dengan program yang ada, yaitu penyemprotanmalathion tiap ada kasus baru. Selama periode Januari 1985 s/d Juli 1986 dilakukan penyemprotan fokus sebanyak 50

dengan perincian : 26 kasus terjadi antara Agustus 1985 s/d Juni 1986, dan 24 lowongan kerja mei 2009 kasus antara Januari 1985 s/d Juli 1985. Semua penyemprotan dilakukan dengan swing fog sebanyak dua siklus, termasuk rumah-rumah di sekitar fokus dengan radius 100 meter.

Tabel I. Data tentang luas daerah, jumlah penduduk dan jumlah sekolah di Kecamatan Gondomanan dan Kecamatan Kraton, Kodya Yogya 1985.No.

Uraian Kec. Gondomanan

Kec. Kraton1.

Luas daerah113 ha

137 ha2.

Jumlah penduduk 22.797

jiwa 27.282 lowongan kerja nopember 2009

jiwa 3.

Jumlah sekolah –

TK 5 5

– SD 13 14

– SMP3 2

Di Ke amatan Gondomanan, dalam periode yang sama, yaitu

dari Januari 1985 s/d Juni 1986 diketemukan 35 kasus; de-ngan perincian 13 kasus terjadi antara bulan Agustus 1985s/d Juni 1986 (12 bulan), dan 22 kasus antara bulan Januari1985 s/d Juli 1985 (7 bulan) (Lihat Tabel 2).

Nampak jelas setelah adanya fogging lowongan kerja oktober 2009 di tempat potensial di Kecamatan Gondomanan, kasus Demam Berdarah Dengue

menurun. Survai serologi untuk menentukan besarnya infeksi dan

transmisi virus dengue dilakukan dikedua Kecamatan tersebut. Survai ini dilakukan dua kali, di mana tiap kali kelompok anak Sekolah Dasar Kelas I diambil darahnya dua kali dengan waktu antara 2–3 bulan. Pengambilan darah ini yang pertama

Tabel 2. Jumlah kasus Demam Berdarah Dengue dari Januari 1985 s/d Juni 1986 ecamatan Gondomanan dan Kecamatan Kraton,

odya, Jogya 1985/1986.

disusul pengambilan kedua dengan jarak waktu 2–3 bulandilakukan pada bulan lowongan kerja september 2009 Februari/Maret 1985 dan Juni/Juli1985. Sedang pengambilan yang kedua dilakukan setelahfogging di sekolah, yaitu bulan Oktober 1985 disusul peng-

ambilan kedua (2–3 bulan kemudian) yaitu bulan Januari/ Februari 1986.

Dari Kecamatan Gondomanan pada periode pertama (Februari 1985 dan Juni – Jitli 1985) dapat terkumpul 302 pasang spesimen darah (label 3), sedang dari Kecamatan

Kraton untuk periode pengumpulan yang sama dapat ter- kumpul 323 pasang spesimen darah (Tabel 4). Untuk periode kedua (Oktober 85 dan Januari 1986) untuk Kecamatan

Gondomanan dapat dikumpulkan sebanyak 322 pasang spesimen dan dari Kecamatan Kraton terkumpul 300 pasang spesimen (label 5 dan Tabel 6). resep gorengan

Spesimen darah tersebutdiambil dari 14 SD di Kecamatan Kraton dan 13 SD di Kecamatan Gondomanan.

Hasil uji hemaglutinasi inhibisi menunjukkan, untukKecamatan Gondomanan didapatkan angka infeksi sebesar91,4% pada survai bulan Februari/Maret 1985, dan 97,0%untuk bulan Juni/Juli 1985 (label 3). Kecamatan Kraton angka infeksi menunjukkan angka sebesar 92,6% untuk bulan Februari/Maret 1985 dan 98,5% untuk bulan Juni/Juli 1985. (label 4). Pada pembacaan ini titer hemaglutinasi inhibisi (HI) sebesar 20 atau lebih dinyatakan positif.

Kalau kita lihat sekarang besarnya transmisi (perbedaan titer HI darah pertama dan kedua sebesar empat kali atau lebih) di kedua kecamatan, terlihat bahwa di resep roti Kecamatan Gondomanan besarnya transmisi adalah 5,6% sedang di Ke- camatan Kraton adalah 5,9%. Survai berikut yang dilakukan setelah fogging, yaitu pada bulan Agustus 1985, di empat

otensial di Kecamatan Gondomanan, terlihat bahwa untuk Penelitian ini telah melihat potensi vaksin morbili yang dipergunakan dalam program pengembangan imunisasi morbili di Indonesia.

Sampel vaksin yang digunakan 100 sampel dari P2M & PLP pusat dan 153 resep puding sampel dari daerah (Propinsi, Kabupaten dan Puskesmas), pemeriksaan dilakukan dengan menghitung titer virus yang terkandung di dalam vaksin tersebut.

Hasil yang didapat, ternyata 98,42% vaksin morbili yang dipergunakan masih memenuhi syarat menurut kriteria WHO (titer > 103

‘°/0,5 ml /dosis). Sehingga dapat dikatakan, potensi vaksin morbili yang digunakan dalam program imuni-sasi di Indonesia sudah baik.

PENDAHULUANMorbili merupakan penyakit akut yang mudah sekali me-

nular dan sering terjadi komplikasi yang seriusl

. Hampir semua anak di bawah 5 tahun di negara berkembang akan ter-

serang penyakit ini, sedangkan di negara maju biasanya menye- rang anak usia remaja atau dewasa muda yang tidak terlindung oleh imunisasi resep brownies

Penyakit morbili sebetulnya tidak berakibat fatal apabila menyerang anak-anak yang sehat dan bergizi baik. Tetapi apa- bila di negara di mana anak yang menderita kurang gizi sangat banyak, morbili merupakan penyakit yang berakibat fataldan menyebabkan angka kematian meningkat sampai 5 — 12%

4.

Anak-anak yang bergizi kurang dan terserang morbili, biasa-nya akan diikuti dengan keadaan yang disebut kwashiorkor.Keadaan ini dapat diterangkan oleh karena meningkatnya ke- butuhan kalori dan protein semasa proses infeksi yang disertai

dengan demam, nafsu makan menurun dan gangguan pada mulut anak yang resep risoles rnenyebabkan kesulitan menelan. Di sam- ping itu terjadi perubahan pada mukosa usus yang menyebab- kan timbulnya

protein losing enteropathy

5 .

Untuk itu sangat perlu diadakan tindakan pencegahan. Salah satu tindakan yang dinilai aling efektif adalah dengan

ara imunisasi. Hal ini dapat memungkinkan basil yang diingin-

kan sama dengan bila suatu infeksi alamiah terjadi, dan tanpapengaruh berat seperti bila terinfeksi dengan penyakit itusendiri

Di Indonesia sudah sejak tahun 1982 program imunisasi morbili dilaksanakan. resep bolu

Adapun tujuan imunisasi sendiri adalah untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian, bil mung- kin mengeradikasi penyakit tersebut.

Untuk mengeradikasi penyakit menular yang mikroorgan- ismenya dapat menginfeksi lebih dari satu hospes, atau pun dapat hidup dalam lingkungan yang kurang menguntungkan merupakan hal yang mustahil?

. Tetapi bila mikroorganisme tersebut secara total bergantung kepada manusia, maka eradi-kasi penyakit tersebut dapat dilakukan, sebab kedua virus

tersebut banyak persamaannya antara lain : jika menginfeksiakan menimbulkan ruam yang khas dan menimbulkan ke-kebalan dalam jangka waktu yang lama. Juga kedua jenis virus ini tidak mempunyai hewan reservoir dan tidak menimbulkan resep bakso keadaan carrier kronik 8

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: