melaksanakan program imunisasi

Dit.Jen. P2M & PLP sudah melaksanakan program imunisasi

morbilisecara massal. Untuk mencapai efektifitas optimum, banyak faktor yang harus diperhatikan misal : potensi vaksin itu sendiri, umur anak yang divaksinasi, luas angkauan imuni-

asi dan lain-lain. Jangkauan imunisasi ditentukan oleh be-

berapa faktor, antara lain : fasilitas vaksin, letak daerah yangakan divaksinasi, kemampuan petugas dan lain-lain. Sedangumur anak yang divaksinasi tiap negara berbeda-beda, ter-gantung keadaan negara tersebut. Untuk potensi vaksin sangat resep mie dipengaruhi cara pengiriman, penyimpanan, penanganan di lapangan dan jenis vaksin itu sendiri. Potensi vaksin morbili yang baik menurut Badan Kesehatan

Dunia (WHO) adalah vaksin morbili yang mempunyai potensi 10

3,0 /0,5 ml/dosis.

Program imunisasi morbili telah dilaksanakan oleh Dit.Jen. P2M & PLP secara massal di seluruh daerah, di mana untuk sampai di sasaran (Puskesmas) hams mengalami pengiriman melalui rantai yang panjang, yaitu dari PN. Bio Farma dikirimPotensi Vaksin Morbili yang dipakai Program Imunisasi di Indonesia

song lyrics

baru kemudian sampai di Puskesmas dan selanjutnya diberikan kepada anak yang berhak menerimanya. Sehingga timbul suatu masalah, apakah potensi vaksin morbili yang melalui rantai pengiriman panjang itu tetap dapat dipertahankan sehingga tetap memenuhi kriteria dari WHO? yaitu titer vaksin di atas atau sama dengan 1o 3 /0,5 ml/dosis. Tujuan dari penelitian ini adalah melihat potensi vaksin morbili yang digunakan dalam rogram imunisasi di Indonesia eriode 1983/1984. resep ayam

BAHAN DAN CARASampel vaksin morbili diambil secara acak sederhana dari

tempat penyimpanan di Puskesmas dari berbagai daerah, jugadiambil sampel vaksin dengan nomer batch yang sama daritingkat Kabupaten, Propinsi dan P2M

& PLP pusat. Sampel

vaksin dibawa ke laboratorium virologi Pusat Penelitian Penyakit Menular di Jakarta, dengan menggunakan thermos berisi es untuk diperiksa potensi vaksin tersebut.

Jumlah sampel vaksin disesuaikan dengan jumlah vaksin yang ada di tiap-tiap daerah (Puskesmas, Kabupaten, dan Propinsi) kurang lebih 10% dari stock yang ada dari masing- masing batch. Pengambilan di tingkat kabupaten, propinsi resep ikan dan P2M &PLP pusat disesuaikan dengan nomer batch yang

ada di Pusk smas.

Vaksin yang digunakan sebagai sampel adalah vaksin yangdigunakan dalam program irnunisasi periode 1983/1984,dengan ketentuan belum kedaluwarsa pada waktu penelitiandilakukan, dan vaksin berasal dari PN. Bio Farma.

Pengambilan vaksin dari P2M &

PLP pusat dilakukan oleh petugas dari Puslit Penyakit Menular, sedang yang dari daerah dikerjakan oleh petugas dari P2M

& PLP pusat. Pemeriksaan

vaksin dilakukan di laboratorium Virologi Puslit Penyakit Menular, dengam cara titrasi tes pada biakan ginjal kera se- perti berikut : resep masakan padang

Pemeriksaan potensi vaksin ini dilakukan dengan cara meng- hitung titer virus tersebut ang terkandung di dalam vaksin

ersebut. Penghitungan dilakukan dengan menentukan TCID

50pada biakan sel VERO secara mikroteknik, yaitu dengan

menggunakanmicroplate

dengan 96 sumur biakan. Pengencer-an virus dilakukan dengan melarutkan 0,1 ml. virus ke dalam 0,9 ml. pelarut virus. Pengenceran dimulai dari 1 : 10 sampai

dengan 1 : 10.000. Kultur sel Vero yang telah

monolayer dalam

microplate diinokulasi dengan virus yang telah diencerkan, dengan mem- resep donat buang medium pertumbuhannya terlebih dahulu sebelum di- inokulasi dengan virus. Inokulasi 0,1 ml. virus tiap sumur se- banyak 4 sumur setiap pengenceran virus. Inkubasi dilakukan pada 37°C pada 5% CO2

mkubator selama 7 hari. Pengamatan dilakukan dengan memakai rumus Karber. Sebanyak minimum2 (dua) sampel untuk setiap nomor batch vaksin harus di-

periksa agar pemeriksaan dianggap sah(valid).

HASILSampel vaksin morbili yang dapat dikumpulkan adalah

sejumlah 253 sampel. Yang berasal dari P2M &

PLP pusat 100 sampel dan 153 berasal dari daerah (Jawa Timur, Jawa

Tengah, Jawa Barat, DKI Jaya, Bali, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Bengkulu, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara dan Nusa lowongan bumn 2009 Tenggara Barat) yang terdiri dari 16 nomer batch, dan dari sejumlah tersebut di atas dapat diperiksa semuanya. Temperatur tempat penyimpanan vaksin dari P2M & PLP,Propinsi, Kabupaten dan Puskesmas rata-rata bervariasi dari 10°C s mpai dengan — 20°C, sehingga dapat dikatakan memenuhi persyaratan untuk menyimpan vaksin tersebut.Berdasarkan data-data yang diperoleh, dapat dibuat suatutabel potensi vaksin morbili, baik yang berasl dari pusat mau-pun dari daerah; yang menyatakan, dari 253 sampel vaksin yang diperiksa, 98,42% memenuhi syarat dari WHO, yaitu titernya sama dengan atau di atas 10 3′ 0 lowongan kerja 0,5 ml/dosis, sedang- kan yang tidak memenuhi syarat adalah 1,58%.

Potensi Vaksin rata-rata yang berasal dari P2M & PLP pusat dari masing-masing nomor batch dapat dilihat pada tabel 1 , sedangkan untuk melihat potensi vaksin yang baik dan yang buruk dari daerah dapat dilihat pada tabel 2. Sehingga daridata tersebut dapat dihitung : ( tabel 2.) Tabel 1. Hasil pemeriksaan titer rata-rata (TCID50) dari vaksin morbili yang berasal dari Pusat menurut nomor batchnya.

No. No. BatchTiter virus rata rata (TCID 50 ) Jumlah

1. 283 A

2 10

3,5 / 0,5 ml.

5 2. 283

A l10

3,7 /0,5 ml.

73. 282

104,0

/0,5 ml.5

4. 282 A

l 10

3,75 /0,5 ml.

6 5. 382

A l

10 3,75

/0,5 ml. 86. 382

A 2

103,75

/0,5 ml.6 lowongan agustus

7. 382B

10 3,5

/0,5 ml. 7

8. 382 B

2 10

3,5 /0,5 ml.

6 9. 482

A 104,0

/0,5 l. lowongan april 2009

510. 482

Al

103,75

/0,5 ml. 8

11. 482 B

2 10

4,0 /0,5 ml.

7 12. 482

C 10 lowongan cpns 2009

3,5 /0,5 ml.7

13. 482 D

103,75

/0,5 ml.6

14. 58110

3,75 /0,5 ml.

8 15. 582

A l

10 3,75 lowongan desember 2009

/0,5 ml. 4

16. 582 A

2 104,0

/0,5 l.

5JUMLAH S A M P E L

=100

PEMBAHASAN DAN KESIMPULANDengan melihat basil pemeriksaan, sampel vaksin morbili, dapat diketahui, vaksin morbili yang digunakan dalam program lowongan februari 2009

irnunisasi di Indonesia pada periode 1983/1984 memenuhi syarat sebagaimana ditetapkan oleh WHO, karena dari vaksin yang diperiksa baik dari P2M

& PLP pusat maupun dari daerah

menunjukkan 98,42% potensinya memenuhi syarat, yaitu titer > 10

3 ‘

0 /0,5 ml./dosis. Walaupun ada sebagian kecil(1,58%) vaksin yang potensinya tidak memenuhi syarat, yaitu titernya di bawah 10

3′

0/0,5 ml /dosis, hal ini dapat di- lowongan januari 2009

ketahui penyebabnya dengan jelas apabila baik dalam per-jalanan maupun di dalam penyimpanan dan penanganan di lapangan temperaturnya selalu dicatat, juga lama penyimpan- an, cara pengiriman, dan cara kerjal vaksinator selalu dikontrol.

background image 73

Tabel 2. Hasil pengamatan potensi vaksin morbili yang diambil dari berbagal daerah dalam program PPI, periode 1983/1984. Jumlah vaksin

Potensi No. Nama

Propinsi Prop. Kab. Kec. Balk Buruk 1. Jawa Timur7

3 26 34 2* lowongan juli 2009

2. Jawa Tengah8

66

19 1**3.

Jawa Barat

2 2 6 10 0

4. DKI

Jaya 3

3 9 15 0 5.

Bali 5

7 8 20 0 6. Sumatera Barat2 lowongan juni 2009

2 4

8 07. Sumatera Selatan

11

35 0

8. Bengkulu 1

2 3

6 0 9. Kalimantan Timut

1 0

5 6 0

10. Kalimantan Barat 1 lowongan maret 2009

4 510 0

11. Sulawesi Utara

22

69 1***

12. Nusa Tenggara Timur1

1 5

7 0 Jumlah 34

33 86

149 4 Keterangan : lowongan mei 2009

2* = vaksin berasal dart Kecamatan Mojokerto, dengan titer vaksin

< 1 0 3

‘°/0,5 ml./dosis. 1**= vaksin berasal dart Kecamatan/Puskesmas Klaten, dengan titer

vaksin < 1 0 3,0

/0,5 ml/dosis.1***

= vaksin berasal dart Kecamatan/Puskesmas Tikala Bane, dengantiter vaksin < 1 0

3,0/0,5 mL/dosis.

Prop. = Propinsi. Kab. = Kabupaten; Kec. = Kecamatan/Puskesmas.

Dalam hal tersebut di atas, dugaan terkuat adalah mungkin vaksin yang lowongan nopember 2009 potensinya di bawah 10 3′ 0 tersebut sudah pernah dibawa ke lapangan untuk diberikan kepada anak-anak, tetapi karena ·sasaran sudah habis sedang vaksin sudah terlanjur di- oplos, maka vaksin tersebut ditutup lagi dan dikembalikan ke tempat penyimpanan semula dicampur engan vaksin yang belum pernah dikeluarkan, sehingga potensi akan turun dengan cepat.Dugaan kedua, mungkin vaksin yang potensinya rendah tersebut sudah sering dibawa ke lapangan (dikeluarkan daritempat penyimpanan) yang kemudian stelah tidak jadi di-gunakan dikembalikan lagi ke tempat lowongan oktober 2009 penyimpanan semula, sehingga temperatur tidak tetap dingin dan poterisi turun dengan drastis. Hal-hal tersebut di atas dapat dikemukakan karena pada waktu vaksin morbili yang potensinya rendah tersebut akan lowongan september 2009

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: