PENANGGULANGAN DEMAM BERDARAH DENGUE

DENGUE DENGAN “FOGGING” MALATHION PADA TEMPAT PENULARAN POTENSIAL DI YOGYAKARTA 1985/1986.

Telah dilakukan studi perbandingan penanggulangan Demam Berdarah Dengue (DBD) antara penyemprotan malathion atau fogging malathion pada tempat penularan potensial seperti sekolah-sekolah dengan cara penyemprotan alathion pada fokus-fokus. (metoda standar). Penelitian ini dilakukan di Kodya Yogyakarta. Untuk daerah pertama dipakai Ke-camatan Gondomanan dan untuk resep ayam

daerah kedua dipakaiKecamatan Kraton. Kedua daerah tersebut mempunyai ke-

samaan dalam hal; jumlah kasus/bulan, kepadatan penduduk,luas wilayah dan lain-lain.

Terlihat bahwa di Kecamatan Gondomanan penularan virus Dengue menurun dari 5,6% menjadi 3,4% setelah pe- nyemprotan, sedang di Kecamatan Kraton penularan virus

Dengue naik dari 5,9% menjadi 7,6% untuk periode yang sama. Jumlah kasus DBD di kecamatan Gondomanan ada se- banyak 22 sebelum dilakukan penyemprotan yang kemudian turun menjadi 13 setelah dilakukan penyemprotan. Sedang untuk kecamatan Kraton terdapat 24 kasus sebelum penyem- protan dan 26 kasus resep ikan setelah periode yang sama. Pengamatan dilakukan selama 11 bulan setelah penyemprotan.

Pada saat ini penyakit Demam Berdarah (DBD) sudahendemis disebagian besar tanah air kita Mi. Dua puluh enamdari 27 propinsi yang ada telah dan selalu melaporkan adanyakasus Demam Berdarah Dengue yang baru. Jumlah laporan

kasus pertahun untuk 3 tahun terakhir ini adalah sekitar 13. 000 dengan angka kematian (CFR) sekitar 4%. Sampai saat ini, mekanisme terjadinya penyakit masih belum jelas. Demiki- an juga dengan obat ataupun vaksin untuk pencegahannya

juga belum didapatkan. Satu-satunya hal yang sudah diketahui dengan pasti resep masakan padang adalah bahwa penyakit ini ditularkan oleh nyamuk, terutama nyamuk Aedes aegypti. Manusia merupa- kan satu-satunya hospes dan belum/tidak diketahui adanya

hospes lain yang dapat terlibat. Dari hal inilah kemudian dikembangkan cara encegahan/pembrantasan dari penyakit

ni yaitu dengan cara memutuskan rantai penularan dengan

membunuh vektornya yaitu nyamuk Aedes aegypti.Pemutusan rantai penularan dengan membunuh vektortadi dapat dilakukan dengan berbagai cara: dapat secara

mekanis, yaitu dengan membunuh langsung nyamuk dewasaatau jentiknya, (dengan menguras tempat perindukkannya), dapat secara biologis, misalnya dengan memasukkan ikan pe- makan jentik nyamuk ke dalam tempat perindukkannya, resep donat dapat juga dengan menggunakan racun kimia. Racun kimia ini ada yang ditaburkan di air untuk membunuh jentik nya- muk (larvasida), ada yang diasapkan ke udara (fogging) sebagai kabut untuk membunuh nyamuk dewasa (adultisida).

Di sini kita akan khusus membahas tentang pembrantas- an vektor dalam hal ini nyamuk Aedes aegypti dengan meng- gunakan racun kimia yang disemprotkan ke dara sebagai . kabut (fogging). Cara ini jelas sangat baik, karena langsung

semua nyamuk dewasa akan mati. Pada waktu terjadi letusanatau wabah, cara penyemprotan ini sangat bermanfaat danefektif. Tetapi cara ini sangat mahal, membutuhkan tenagadan peralatan khusus dan juga racun kimia yang digunakan. lowongan bumn

Dit.Jen. P2M & PLP di dalam program pembrantasan Demam Berdarah Dengue, di antaranya juga memakai cara penyem- protan ini. Kebijaksanaan yang dipakai sekarang adalah se- tiap ada kasus barn (fokus), maka di sekitar rumah penderita

(dengan radius 100 mt) akan di fogging dengan malathion dua sildus dengan jarak antara 7–10 hari. Dengan cara ini makin banyak kasus akan makin banyak dana yang dikeluar- kan sehingga di dalam kenyataannya, sering sekali dana yang

tersedia tidak mencukupi, sehingga tidak semua kasus dapat ditanggulangi.background image Di sini kami membandingkan cara di atas dengan cara

penanggulangan dengan fogging malathion tetapi tidak padakasus baru dan sekitarnya, melainkan pada tempat lain yangdianggap paling potensial, yaitu lowongan kerja sekolah-sekolah dan sekitar-nya. Adapun alasannya adalah sebagai berikut : Di Indonsia

penularan (transmisi) virus Dengue yang tertinggi adalah pada anak-anak di bawah 15 tahun, yaitu golongan anak sekolah terutama dari Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar

dan Sekolah Menengah Pertama. Anak-anak di atas 15 tahun ke atas biasanya sudah banyak yang kebal. Vektor dari penya- kit ini yaitu nyamuk Aedes aegypti, nyamuk yang hanya aktif menggigit pada waktu siang hari. Di sekolah berkumpul

anak-anak dari pelbagai tempat, terutama pada siang hari, yaitu sama dengan waktu aktivitas menggigit tertinggi dari nyamuk Aedes aegypti. Jika seandainya ada nyamuk edes lowongan kerja agustus egypti yang infektif, artinya di dalam kelenjar ludahnya sudah ada virus dengue, entah virus tersebut didapatkan daripelajar yang sedang sakit di sekolah ataukah dari orang-orangdi sekitar sekolah, dengan sendirinya penyebaran virus denguepada seluruh anak sekolah tersebut akan cepat sekali terjadi.

Ditambah dengan sifat nyamuk Aedes aegypti yang suka menggigit berpindah-pindah (multiple bite). Anak-anak sekolah biasanya berasal dari pelbagai tempat, sehingga dalam waktu yang relatif singkat penularan yang terjadi di sekolah

akan segera tersebar dibawa pulang kesegenap jurusan. Adanya nyamuk Aedes aegypti di sekolah-sekolah tidak perlu dibukti- kan lagi, bahkan telah dibuktikan banyak sekolah mempunyai tempat perindukan nyamuk Aedes aegypti (hasil lowongan kerja april 2009 survey Sub.

Dit. Arbovirosis, PPM & PLP). Oleh karena itu sekolah di- anggap sebagai tempat otensial untuk penyebaran/penularan irus dengue di masyarakat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: