Pencegahan dan Penanggulangan

Pencegahan dan Penanggulangan

Efek Samping serta Toksisitas dari Anestetika Lokal Kunto Rahardjo*, Hertiana yati**

* Bagian Anestesiologi RS Pusat Pertamina, Jakarta ** Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi, Badan Penelitian dan Pengembangan KesehatanDepartemen Kesehatan RI, Jakarta.

PENDAHULUANAnestetika lokal merupakan salah satu obat suntik yang banyak dipakai oleh dokter spesialis, dokter umum, dokter gigi dan tenaga paramedis dalam raktek sehari-hari, baik di rumah sakit, puskesmas maupun di tempat praktek swasta perorangan. Karena efek samping dan toksisitas anestetika lokal dapat berakibat cukup erat bahkan fatal 1, Lowongan Maret 2009

penulis merasa perlu mengemukakan tinjauan pustaka ini, agar para pemakai anestetika lokal mengingat kembali kemungkinan terjadinya efek yang tidak diingini ersebut, dan dapat menanggulanginya dengan cepat dan tepat bila menjumpai hal tersebut. Untuk mengingatkan kembali dasar tindakan pencegahan serta enanggulangan tersebut di atas, tulisan ini akan didahului dengan penyajian beberapa segi yang penting mengenai anestetika lokal.

SEJARAHAnestetika lokal mulai dikenal di dunia barat pada tahun 1884 ketika Koller mengemuk kan sifat-sifat anestetika topical kokain. Prokain yang disintetis oleh Einhorn pada tahun 1905 merupakan anestetika pertama yang dapat diberikan melalui untikan. Sejak saat itu para ahli terus mencari anestetika local Lowongan Mei 2009

ideal, yaitu yang memilliki sifat : Kuat dan efektif dalam konsentrasi rendah.

1. Daya penetrasi jaringan yang baik.Mula kerja (onset of action) cepat.

2. Masa kerja (duration of action) panjang. Toksisitas sistemik rendah.

3. Tidak merusak saraf. Efeknya dapat pulih (reversible).

4. Mudah disterilkan. Berharga murah dan mudah didapat.

5. Dalam riset untuk mencari anestetika lokal yang ideal tersebut, ditemukan nestetika lokal dari jenis lain, yaitu turunan amida dari asam dietil amino asetat seperti lidokain, epivakain, prilokain, bupivakain dan etidokain. Sedangkan prokain, kloroprokain dan (tetrakain merupakan turunan ester dari asam para amino benzoat.

CARA DAN TEMPAT KERJADalam keadaan normal terdapat potensial Lowongan November 2009

istirahat yang bersifat negatif sebesar -60 V sampai -90 mV di antara kedua sisi membran sel saraf (bagian luar membran bermuatan positip dan bagian dalam negatip). Apabila saraf irangsang, akan terjadi depolarisasi yang relatif lambat, di mana potensial listrik di dalam sel menjadi kurang negatif sehingga dicapai potensial ambang. Pada saat ini ulai terjadi fase depolarisasi cepat. Pada puncak depolarisasi, potensial menjadi 100mV ang disebut potensial aksi. Kemudin akan terjadi repolarisasi sampai potensial kembali ke otensial istirahat sebesar -60 sampai -90mV. Proses depolarisasi dan repolarisasi ini

. terjadi dalam waktu 1 milidetik. (ms =milli second).

Peristiwa elektrofisiologi tersebut tergantung pada :

Perbandingan konsentrasi elektrolit di dalam sitoplasma saraf dan cairan Lowongan Oktober 2009

  1. ekstra et.
  2. Permeabilitas membran sel sarafuntuk berbagai ion, khususnya ion kalium dan atrium.
  3. Potensial istirahat sangat tergantung pada rasio antara ion K di dalam (Ki) dan i bagian luar sel (Ko) yaitu terdapat Ki/Ko — .30/1. Potensial aksi di dalam sel saraf sebelum dan sesudah dipengaruhi lidokain. Se elah eksitasi, membran sel saraf menjadi lebih permeabel untuk ion Na, sehingga ion Na akan bergerak dari agian luar kebagian dalam sel saraf melalui saluran natrium (gambar 2.) dan ini disebut fase depolarisasi dari potensial aksi.

Tempat ketja benzokain dan lidokain di membran saraf. TTX = Tetradotoxin P = Lowongan September 2009 Pump etelah depolarisasi mencapai puncaknya, permeabilitas untuk natrium mulai turun. Terjadi peningkatan aliran K + dari dalam ke luar sel sehingga terjadi repolarisasi embran sel saraf

Peristiwa-peristiwa yang terjadi selama eksitasi ini bersifat pasif, karena ion-ion bergerak ke arah konsentrasi yang lebih rendah. Setelah terjadi potensial aksi, terdapat elebihan ion Na di dalam sel dan kelebihan ion K di luarsel. Untuk mengembalikan keadaan menjadi potensial istirahat diperlukan energi, karena ion Na hams dikeluarkan ari dalam sel ke bagian luar sel yang memiliki konsentrasi ion Na lebih tinggi. Ion K dapat dikembalikan ke dalam sel baik secara aktif maupun pasif. Energi untuk transpor ktif ini (-pompa natrium) di dapat dari metabolisme oksidatif ATP (gambar 2). Resep gorengan

Bila saraf dipengaruhi oleh anestetika lokal, potensial istirahat dan potensial ambang embran saraf tidak berubah. Akan tetapi terjadi perlambatan laju depolarisasi

Akibatnya tingkat depolarisasi tidak dapat melampaui potensial ambang sehingga tidak apat terjadi suatu potensial aksi yang berkelanjutan (propagated action potential). iduga anestetika local terutama mempengaruhi permeabilitas membran saraf untuk io Na. Ion kalsium dapat menekan pengaruh anestetika lokal terhadap membran saraf

Pengaruh kalsium dan prokain terhadap potensial aksi.Kemungkinan besar, cara kerja anestetika lokal adalah :Memindahkan ion kalsium dari suatu reseptor dan menggantikannya dengan bagian dari anestetika lokal. Mengurangi permeabilitas Resep roti membran sel untuk ion Na. Menurunkan laju depolarisasi potensial aksi membran set.

Mengurangi tingkat potensial aksi sehingga tidak mencapai potensial ambang. Menggagalkan timbulnya potensial aksi yang berkelanjutan. Umumnya anestetika lokal tersedia dalam bentuk larutan garam, misalnya lidokain yang erupa larutan lidokain HC1 0,5-2%. Larutan tersebut mengandung basa tak bermuatan (B) dan kation yang bermuatan (BH +) . Perbandingan antara kedua komponen ini tergantung pada pH larutan dan pKa anestetika lokal tersebut. pKa = konstanta keseimbangan untuk anestetika lokal tersebut. (pKa = pH larutan di man 50% anestetika lokal dalam keadaan terionisasi). Apabila pH arutan menurun (konsentrasi H Resep puding

  1. meningkat) maka keseimbarigan akan bergeser e bentuk kation bermuatan. Faktor-faktor yang mempengaruhi kerja anestetika local

Difusi melalui sarong saraf atau epineurium.Pengikatan di suatu tempat di membran sel.Perbandingan jumlah bentuk BH+dan B. Bentuk B diperlukan untuk penetrasi jaringan dan sarung saraf, sedangkan bentuk BH+ akan terikat oleh membran sel saraf an mempengaruhi peristiwa-peristiwa elektrofisiologi di saraf

Dengan demikian menjadi jelas mengapa anestetika lokal tidak bermanfaat di jaringan yang meradang, yaitu karena pH jaringan yang rendah di tempat peradangan, sehingga nestetika akan berbentuk BH dan tidak dapat menembus membran saraf. Akan tetapi efek sistemik menjadi lebih berbahaya pada keadaan asidosis sistemik karena engikatan oleh protein menurun pada pH yang rendah. Beberapa agen yang dipakai sebagai anestetika topikal seperti benzokain dan Resep brownies

benzil alkohol merupakan molekul ang tidak bermuatan, dan bekerja dengan memasuki bagian lipid membran sel (karena sifatnya yang larut dalam lemak) sehingga bagian membran ini membengkak dan empersempit saluran natrium.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: