PERTIMBANGAN FARMAKOLOGIS DAN FARMAKOKIN TIS YANG PENTING

Aktivitas anestetika lokal dipengaruhi oleh prosedur anestesia, prosedur pembedahan, ifat farmakologis anestetika dan keadaan fisiologi pasien. Prosedur anesthesia Prosedur anestesiadengan anestetika lokal dapat dibagi menjadi:1. Infiltrasi. Resep ayam

2 Blok saraf perifer : mayor dan minor.3.Blok saraf sentral : epidural dan subarakhnoid.

4.Topikal. 5.Anestesia regional intra vena.

Mula kerja dari prosedur di atas mempunyai urutan sebagai berikut (dari yang tercepat ampai yang terlambat): infiltrasi, subaraknoid, blok saraf perifer minor, anestesia regional intra vena, epidural, topikal (kecuali di mukosa) dan terlambat Resep ikan

adalah blok araf perifer mayor (pada trunkus dan pleksus saraf).

Sedangkan masa kerja dari prosedur anestesia tersebut di atas mempunyai urutan ebagai berikut (mulai dari yang terpanjang sampai yang tersingkat): blok saraf perifer mayor, blok saraf perifer minor, epidural, infiltrasi dan regional intra vena, sub raknoid dan topikal.

Prosedur pembedahan Prosedur pembedahan yang lebih nyeri memerlukan intensitas nestesia yang lebih kuat. Perdarahan yang berjumlah besar akan memperpendek masa erja anestesia infiltrasi dan blok saraf perifer minor. Sifat farmakologi anestetika Berdasarkan potensi dan masa kera anestetika lokal dapat dibagi menjadi (lihat juga tabel 2): 1).Potensi rendah dan masa kerja pendek (30 – 90 menit). Resep masakan padang

misalnya prokain dan 2-kloroprokain.2).Potensi dan masa kerja sedang (90 – 240 menit) misalnya lidokain, mepivakain dan prilokain.

3).Potensi kuat dan masa kerja panjang (180 – 600 menit) yaitu tetrakain, bupivakain dan etidokain. Mula kerja, masa kerja dan intensitas anestesia dapat di-

tingkatkan dengan : -meningkatkan dosis (terutama konsentrasi).

-pencampuran dengan vaso konstriktor (memperpanjang masa kerja). -meningkatkan pH anestetika lokal (memperpanjang masa kerja). Akan tetapi penambahan vasokonstriktor tidak banyak mempengaruhi masa kerja anestetika lokal yang sudah empunyai masa kerja yang panjang. Konsentrasi epinefrin yang optimum untuk eningkatkan masa kerja adalah 1/200.000. Peningkatan Resep donat

onsentrasi epinefrin tidak akan memperpanjang masa kerja, tetapi meningkatkan efek samping epinefrin. Volume besar dengan konsentrasi rendah meningkatkan keamanan. arus diingat kemungkinan interaksi anestetika dengan obat-obat lain yang sedang dipakai oleh pasien. Sebagai contoh :kloramfenikol, iproniazid dan isoniazid memperpanjang efek toksik anestetika lokalprometazin dan meperidin meningkatkan kecenderungan timbulnya kejang.

Keadaan fisiologi pasien

Keadaan fisiologi pasien yang hams dipertimbangkan adalah keadaan yang dapat mempengaruhi farmakokinetik anestetika yaitu :

1.Usia. 2.Berat badan. Lowongan BUMN

3.keadaan umum pasien terutama fungsi kardio-pulmonal, fungsi hati, fungsi ginjal. eadaan umum jelek, renjatan, kelaparan, usia lanjut, hipometabolisme dan defisiensi vitamin C menurunkan toleransi terhadap anestetika lokal. Absorbsi sistemik ergantung pada tempat injeksi, pemakaian vasokonstriktor, dosis dan sifat farmakolo i. Kadar puncak dalam darah tergantung pada dosis total yang diberikan.Hasil metabolisme anestetika lokal juga masih bersifat toksik walaupun toksisitas ini lebih rendah ibandingkan dengan senyawa asalnya. Misalnya : lidokain dimetabolisme menjadi monoetil glisin xylidid yang masih bersifat toksik. Sedangkan prilokain dimetabolisme enjadi antara lain o-toluidin yang dapat mengubah hemoglobin menjadi methemoglobin: Bila dosis prilokain melebihi 600 mg, maka methemoglobin yang erbentuk sudah dapat menimbulkan Lowongan kerja

sianosis.

Ekskresi oleh ginjal dipengaruhi oleh :

1.Berbanding terbalik dengan kapasitas ikatan protein. 2.Berbanding terbalik dengan pH urin. Penurunan pH urin akan mempercepat ekskresi.

PERTIMBANGAN TOKSIKOLOGI

Anestetika lokal mempengaruhi semua sistem yang memiliki membran yang eksitabel, hususnya susunan saraf pusat dan sistem kardio-vaskular. Efek terhadap susunan saraf pusat Anestetika lokal mudah melalui sawar otak. Gejala permulaan berupa rasa elayang dan pusing, diikuti oleh gangguan pendengaran dan penglihatan (berupa tinitus an kesukaran memfokuskan mata). Dapat juga timbul rasa mengantuk, disorientasi dan ehilangan kesadaran. Gejala permulaan Lowongan kerja Agustus tersebut diikuti oleh berbicara cadel (slurred speech), menggigil, denyutan denyutan otot (twitching), tremor wajah dan ekstremitas erta kejang-kejang umum. Peningkatan dosis anestetika akan menghentikan kejang, pola EEG menjadi datar, depresi nafas, henti nafas dan henti jantung. Eksitasi pada tahap permulaan merupakan akibat blokade selektif terhadap neuron atau sinaps enghambat di korteks otak, sehingga serat-serat eksitator tidak terkendali dan timbul kejang. Dengan peningkatan dosis, serat-serat eksitator juga ikut diblok, sehingga erjadi penekanan umum. Efek anestetika lokal terhadap susunan saraf pusat tergantung kepada : 1).Jenis obat yang dipakai. Karena berbagai anestetika local mempunyai sifat absorbsi, distribusi jaringan dan metabolisme yang berbeda-beda. 2).Keadaan asam-basa pasien. P CO2 yang tinggi dan pH yang rendah meningkatkan toksisitas terhadap usunan saraf pusat. lowongan kerja April

3).Pemakaian obat-obat yang berpengaruh terhadap susunan saraf pusat. Obat-obat enekan korteks dapat mempengaruhi efek anestetika lokal pada susunan saraf pusat, seperti diazepam 0,1 mg/kg, tiopental 4 mg/kg atau anestesia umum. Dengan demikian iazepam atau tiopental dengan dosis tersebut di atas dapat mengatasi kejang yang ditimbulkan oleh anestetika lokal. Efek terhadap sistem kardiovaskular

Pengaruh terhadap sistem kardio vaskular dapat berupa pengaruh langsung terhadap jantung dan pembuluh darah perifer atau secara tak langsung dengan blokade serat saraf tonom. Dengan kadar lidokain 2 – 5 ug/ml plasma akan terjadi pemanjangan fase depolarisasi lambat pada waktu diastolik di serabut Purkinye, Lowongan kerja CPNS serta pemendekan waktu otensial aksi serta periode refrakter efektif. Terjadi percepatan hantaran di sambung-

an antara saraf purkinye dengan otot ventrikel (pada dosis lebih dari 5 – 10 ug/ml). Pada osis toksis terjadi efek inotropik negatif yang langsung terhadap miokard. Dosis anestetika local untuk prosedur anestesia regional biasanya tidak menimbulkan dosis oksis di dalam darah.

Pembuluh darah perifer dipengaruhi secara bifasik oleh anestetika lokal. Dosis rendah enimbulkan vasokonstriksi, sedangkan pada dosis klinis terjadi vasodilatasi. Lamanya efek vasodilatasi ini sebanding dengan masa kerja anestetika lokal. Kokain bersifat erbalik, yaitu vasodilatasi pada dosis rendah dan vasokonstriksi pada dosis klinis. Tekanan darah biasanya tetap atau sedikit meningkat pada dosis klinis yang normal. ada dosis toksis, tekanan darah akan Lowongan kerja Desember menurun akibat depresi miokard dan vasodilatasi perifer. Reaksi alergi dan hipersensitivitas Reaksi alergi yang asli terhadap anestetika okal jarang terjadi. Turunan ester seperti prokain dan tetrakain merupakan penyebab utama reaksi alergi terhadap anestetika lokal. Anestetika golongan amida biasanya tidak enimbulkan alergi, akan tetapi pengawet yang sering digunakan, yaitu metil paraben dapat menimbulkan alergi. Reaksi anafilaktik terhadap anestetika lokal juga pernah

dilaporkan, akan tetapi frek ensinya tidak diketahui.

Laju eliminasi anestetika lokal pada orang dewasa

Tempat metabolisme

waktu plumbeliminasi Lowongan kerja Februari

bupivakain etidokain

lidokain mepivakain

2 kloroprokain hati

hati hati

hati plasma

3,5 jam 2,6 jam

1,6 jam 1,9 jam21 detik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: